Jumat, 25 Januari 2013

Sejarah Desa Sadapaingan Kec.Panawangan Kab.Ciamis Jawa Barat

Sejarah Desa
          Pemerintahan Desa Sadapaingan berdiri sejak tahun 1830 yaitu berasal dari pamekaran Desa Muncang Pandak yang sekarang disebut Desa Cinyasag, yang termasuk wilayah kabupaten Panjalu.
          Nama Desa Sadapaingan dulunya “Paingan disada” yang pendirinya adalah seorang ulama yang berasal dari Limbangan Garut yang diutus untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Kerajaan Talaga Manggung. Ulama itu bernama Seda Patra (Aki Seda). Karena nama tersebut janggal maka oleh Pangeran Saringsingan dari kerajaan Talaga Manggung di ganti namanya menjadi “Sadapaingan”.
 Asal / usul atau Legenda Desa
“HIR WALAHIR HOR ANGGOGOD NGELEK PUGAG TUMPAK COGREG NGAJINGJING SADAPAINGAN NANGGEUY CIPEUNDEUY,
HEUG PATANI GEURA TANGHI GUNUNG MADATI GEUS NGANTI DIPAJUARAN PANCUH KALAPA MAWA BEJA TI BOBOJONG GURILAP HERANG SISIT NILEM NA PAMUKA LAWANG CARITA BARI NGARAMPA SALIRA MALAH MANDAR ANJEUN SUKA NGABELA DESA REUJEUNG NAGARA DARIGAMA NYATANA”
               Konon zaman dahulu kala ketika masa jayanya Prabu Siliwangi menguasai daerah “Tatar Sunda” sangat termahsur dengan segala kesaktiannya. Bukan kesaktian saja melainkan karena kearifan dan kebijaksanaan dalam tindakan dan perbuatan. Dia seorang raja yang agung menyayangi sesama manusia apalagi terhadap rakyatnya.
          Salah satu keturunan Prabu Siliwangi yang sukses dan berhasil dalam menyebarkan agama islam yaitu Prabu Kian Santang. Dia berhasil dan menarik perhatian dalam menyebarkan agama islam,  sehingga mendapat dukungan dan bantuan  dari Sultan Susuhunan Kraton Cirebon.
         Pada suatu malam Prabu Kian Santang    mendapat ilham dari yang maha kuasa bahwa yang paling tepat untuk diajak dalam penyebaran agama islam adalah seorang ulama yang sakti yaitu Aki Seda, dia mendapat perintah dari Prabu Kian Santang untuk menghadap Raja Talaga Menggung  (seorang Raja yang tidak mau masuk agama islam) agar Raja itu mau diajak untuk masuk agama islam.
Aki Seda mendapat tugas menyebarkan agama islam ke Talaga Menggung dan mendapat tugas untuk menyebarkan keturunan di daerah di tempat yang masih kosong.
                     Dengan penuh kesabaran dan keberanian serta kesaktian ilmunya akhirnya Aki seda bisa pergi untuk menemui kerajaan Talaga Menggung yang pada waktu itu sedang terjadi peperangan dengan tentara kerajaan dari Jogja yang dimenangkan oleh Tentara Kerajaan Talaga Menggung, akhirnya   Aki Seda pun ikut tertangkap oleh Tentara Kerajaan Talaga dan di Tahan. Namun berkat kesabaran dan keuletan dalam menyebarkan agama islam, dipandang Aki Seda merasa aneh oleh Kerajaan Talaga, setiap lima waktu suka mengadakan sembahyang dengan bacaan-bacaan yang tidak dapat dimengerti oleh Raja Talaga, yang akhirnya Aki Seda diasingkan ke Hutan Muncang Pandak yang diantar oleh Pangeran Saringsingan dari kerajaan Talaga Manggung.
Setelah sekian lama dipengasingan, Pangeran saringsingan ditugaskan oleh Raja untuk mengontrol daerah yang dijadikan pengasingan aki seda, sampailah Pangeran Saringsingan di hutan peundeuy dan kebun pisang padahal waktu mengantar aki Seda belum banyak kebun pisang, Pangeran semakin kaget karena daerah itu sudah ada perumahan penduduk, tidak tau bahwa perumahan itu adalah keturunan aki Seda.
                   Ketika akan memasuki pekampungan Pangeran Saringsingan melewati Gapura sederhana dan dipinggirnya ada sebuah sumur yang sangat bening sekali, Pangeran merasa haus dan mau memberi minum kudanya meskipun dalam hatinya merasa aneh karena dulunya belum ada sumur.
                   Pada saat akan minum pangeran Saringsingan mendengar suara adzan dari sebelah utara, akan tetapi tidak ada ujudnya, ketika Pangeran akan minum lagi terdengar lagi suara yang tanpa ujud. Pangeran Saringsingan kemudian mengontrolnya dan memperhatikan suara – suara yang datang dari pohon pisang, padahal suara itu adalah suara Aki Seda sedang sholat dengan menggunakan ilmu kabut (halimunan).
                   Setelah Aki Seda selesai sembahyang barulah bertanya terhadap Pangeran Saringsingan tanpa menampakan dirinya :
                   Aki Seda                 :  Tuan mau kemana ?
Saringsingan          :  Saya sedang diam, Hey ........!  Siapa yang   menyapa saya, sambil melirik ke kiri dan ke kanan tapi tidak melihat orang.
                                Aki Seda             :   Masa tuan tidak melihat saya ?
                                                              katanya  orang Talaga Menggung sakti.
Saringsingan              :   Jangan mencela !    saya tidak melihat
Aki Seda               :  Sambil tersenyum dia menampakan dirinya,         sehingga dapat terlihat oleh Pangeran Saringsingan.
Saringsingan         :   Paingan atuh da Aki Seda (pantas kalau   begitu karena yang berbicara adalah Aki Seda)
          Setelah itu Pangeran Saringsingan pergi dan memberikan amanat kepada Aki Seda sebagai berikut :
JAGANING PAGETO JAGANING SUPAGI IEU PATEMPATAN KU AKI KUDU DI NGARANAN PAINGAN DISADA, KADE KI
                   Namun karena bahasanya janggal desa ini oleh Aki Seda       di beri nama ”SADAPAINGAN”  untuk menyebarkan turunan salah seorang disuruh membuka hutan itu setelah berkembang disebut dusun Muncang Pandak.
Setelah ada perjanjian dengan Prabu Galuh dari Ciamis maka daerah Muncang Pandak, Sadapaingan termasuk wilayah Kabupaten Panjalu dibatasi dengan Sungai Cijolang, Gunung Madati.
Demikian legenda Aki Seda yang sakti pendiri Desa Sadapaingan, sebenarnya dialah penyebar agama islam Ciamis Utara dan orang pertama sebagai penyebar agama islam yang menyusup ke daerak Kerajaan Talaga Menggung yang kedudukan sekarang di Talaga Kabupaten Majalengka.
Adapun makam-makam keturunan Aki Seda dan Demang Jogja adalah :
1.            Keramat Sukasirna            : Buyut Mandapa
                                                   Buyut Suradiprana
                                                   Buyut Dipasantana
                                                   Buyut Samad
                                                   Buyut Jaidah
2.            Kramat Cawene Gede        : Dewi Andayasari
3.            Keramat Panjakalan : Buyut Tambak sari
4.            Kramat janggot                : Eyang Jaga Bumi
5.            Kramat Cipeundeuy           : Buyut Nitiwacana
6.            Leuweung Datar                : Prabu Dewantara
7.            Kramat Malinggut              : Prabu singadipati
8.            Kramat Cisadapaingan       : Prabu Siliwangi Dewantara
9.            Kramat Pasirmindi             : Nyi Ronasih
10.        Keramat Sinoman                : Gunung Madati sebagai tempat
bersemayam Ratu Onom, karena konon onom-onom yang ada di Rawa bak bok banjar hanya anak buahnya saja.
11.        Alun-alun                              : Pancarasa-Pancabaya
NAMA-NAMA KUWU/KEPALA DESASEBELUM DAN SESUDAH BERDIRINYA DESA SADAPAINGAN :
1. 1830 s/d 1835 Aki Panglurah
2. 1835 s/d 1850 Dipasantana
3. 1851 s/d 1864 Suradiprana
4. 1865 s/d 1899 Singawijaya
5. 1899 s/d 1900 Ujat
6. 1900 s/d 1932 sastrawijaya
7. 1933 s/d 1943 Marhali Astradinata
8. 1944 s/d 1946 Wartadinata
9. 1947 s/d 1948 Wikarta
10. 1949 s/d 1950 S.Sutisnamiharja
11. 1951 s/d 1953 Abdul Majid
12. 1954 s/d 1960 Kartasasmita
13. 1961 s/d 1969 Surna Supena
14. 1970 s/d 1971 Zainal Mutaqim
15. 1971 s/d 1980 K. Natawiria
16. 1981 s/d 1989 k. Natawiria
17. 1989 s/d 1995 E. Natasumantri
18. 1996 s/d 1999 Aman
19. 1999 s/d 2007 Sutisna Wikarta
20. 2007 s/d sekarang Hadi


sumber : Arien's

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar